Jumat, 22 Agustus 2014

PARA NABI DAN RAJA


Oleh
Ellen G. White


INDONESIA PUBLISHING HOUSE
KOTAK POS 1188, BANDUNG 40011
JAWA BARAT



Judul Asli : Prophets and Kings
Terjemahan : Hans Manembu
Editor     : J. F. Manullang
Copyright @ 1997 Indonesia Publishing House
Ofset di Indonesia
Cetakan Ke ...




KATA PENGANTAR

merupakan buku kedua dari suatu seri yang terdiri atas lima buku penting yang menceritakan sejarah yang kudus. Namun, ini adalah buku yang terakhir dari seri yang ditulis, dan yang terakhir dari pekerjaan yang banyak sekali dari karunia pena Ellen G. White. Sepanjang tujuh puluh tahun ia berbicara dan menulis di Amerika dan di luar Amerika, Ny. White senantiasa memenuhi di hadapan umum makna yang lebih besar daripada peristiwa-peristiwa sejarah, mengungkapkan bahwa di dalam peristiwa-peristiwa manusia yang harus diperhatikan pengaruh-pengaruh kebenaran dan kejahatan yang tidak kelihatan -- yakni tangan Allah dan pekerjaan musuh yang besar itu.
Penulis dengan pengertian yang dalam terhadap pekerjaan-pekerjaan yang diberikan oleh Tuhan menarik tirai penutup ke samping dan menyatakan filsafat sejarah yang olehnya peristiwa-peristiwa yang silam mendapat tempat pada makna yang kekal. Ia mengungkapkan filsafat ini dalam cara yang berikut:
"Kekuatan bangsa-bangsa dan perorangan tidak terdapat pada kesempatan-kesempatan dan perlengkapan-perlengkapan (fasilitas) yang kelihatan untuk menjadikan mereka tidak terkalahkan; itu tidak terdapat pada kebesaran mereka yang disombong-sombongkan. Apa yang satu-satunya menjadikan mereka besar atau kuat ialah kuasa dan rencana Allah saja. Dengan perantaraan sikap mereka terhadap rencana-Nya, mereka sendiri menentukan nasib mereka.
"Sejarah manusia mencakup pencapaiannya, kemenangan-kemenangannya dalam peperangan, keberhasilannya dalam mendaki kebesaran duniawi. Sejarah Allah melukiskan manusia sebagaimana surga memandangnya."


Buku ini, mulai dengan hikayat tentang kejayaan pemerintahan Salomo atas Israel, suatu kerajaan yang bersatu, dengan bait suci Yehova--pusat perbaktian yang benar. Di dalam buku ini ditelusuri hal ihwal suatu bangsa pilihan dan istimewa, yang berada di persimpangan di antara setia kepada Allah dan menyembah ilah-ilah bangsa-bangsa di sekeliling mereka. Dan di dalam buku ini kelihatan dengan jelas, melalui saat yang genting dalam sejarah dunia ini, peristiwa-peristiwa dramatis mengenai pertarungan sengit antara Kristus dan Setan untuk memenangkan hati dan kesetiaan manusia.
Buku ini penuh dengan penyelidikan tentang tokoh-tokoh yang mempesona--Salomo yang bijaksana, yang kepintarannya tidak dapat menahannya dari pelanggaran; Yerobeam, manusia yang membuat kebijaksanaan sendiri, dan akibat-akibat kejahatan yang mengikuti pemerintahannya; Elia yang hebat dan gagah berani; Elisa, nabi damai dan kesembuhan; Ahaz, yang penakut dan jahat; Hizkia, yang setia dan baik hati; Daniel, yang kekasih dari Allah; Yeremia, nabi yang berduka; Hagai, Zakharia dan Maleakhi, nabi-nabi pemulihan. Setelah mereka semua muncullah dalam kemuliaan kedatangan Raja, Anak Domba Allah, Anak yang tunggal itu, pada siapa lambang-lambang segala korban dapat digenapi.
Sejarah Para Nabi, buku pertama dalam seri ini, menceritakan sejarah dunia mulai dari penciptaan sampai kepada berakhirnya pemerintahan Daud; Kerinduan Segala Zaman, yakni buku yang tiga, menceritakan tentang kehidupan dan pekerjaan Kristus; buku Sejarah Para Nabi dan Raja> ini, tepat di tengah-tengah kedua buku yang di atas tadi. Buku keempat, Kisah Para Rasul, menampilkan sejarah gereja Kristen yang mula-mula, dan Peperangan Besar (The Great Controversy), buku terakhir dalam seri ini,  menyusuri cerita pertentangan pada zaman kita dan kemudian dengan urat nubuatan sampai kepada bumi yang dijadikan baru.
Riwayat tentang Para Nabi dan Raja>, telah mencapai suatu peredaran yang menyebabkan banyak kali pencetakan sejak pertama kali ditertibkan, kini dipersembahkan kepada masyarakat umum dalam bentuk yang menarik dengan penataan yang lebih baik, tetapi dengan tidak mengadakan perubahan dalam ayat atau lembaran-lembaran halamannya. Edisi baru ini dilengkapi dengan gambar-gambar ilustrasi yang menarik, banyak dari gambar-gambar tersebut adalah lukisan-lukisan asli yang khusus dirancang untuk pekerjaan buku ini.
Bahwa buku ini dengan pelajaran-pelajarannya yang limpah tentang iman pada Allah dan anak-Nya, Juruselamat dunia, dan cerita-cerita tentang pemeliharaan-Nya dalam kehidupan orang-orang besar pria dan wanita pada zaman Perjanjian Lama kiranya dapat memperdalam pengalaman keagamaan dan menerangi pikiran semua orang yang membacanya adalah pengharapan penerbit dan THE BOARD OF TRUSTEES OF THE ELLEN G. WHITE PUBLICATIONS.


ISI BUKU

Kata Pengantar
PENDAHULUAN -- Kebun Anggur Tuhan

BAGIAN I -- DARI KUAT MENJADI LEMAH


1. Salomo
2. Bait Suci dan Penahbisannya
3. Kebanggaan Akan Kemakmuran
4. Akibat-akibat Pendurhakaan
5. Pertobatan Salomo
6. Pecahnya Kerajaan Itu
7. Yerobeam
8. Kemurtadan Nasional

BAGIAN II -- NABI-NABI DI KERAJAAN UTARA
 9. Elia Orang Tisbe
10. Suara Teguran yang Keras
11. Karmel
12. Dari Yizreel ke Horeb
13. "Apakah Kerjamu di Sini?"
14. "Dalam Roh dan Kuasa Elia"
15. Yosafat
16. Jatuhnya Keluarga Ahab
17. Elisa Dipanggil
18. Menyehatkan Air
19. Nabi Damai
20. Naaman
21. Akhir Pekerjaan Elisa
22. "Niniwe, Kota yang Besar Itu"
23. Tawanan Asyur
24. "Dibinasakan Sebab Kurang Pengetahuan"

BAGIAN III -- SEORANG PENGKHOTBAH KEBENARAN
25. Panggilan Yesaya
26. "Pandanglah Allahmu
27. Ahas
28. Hizkia
29. Para Duta dari Babel
30. Kelepasan Dari Asyur
31. Pengharapan Bagi Orang Kafir

BAGIAN IV -- PEMBALASAN NASIONAL
32. Manasye dan Yosia
33. Kitab Undang-undang
34. Yeremia
35. Mendekati Malapetaka
36. Raja Yehuda yang Terakhir
37. Ditawan ke Babel
38. Terang Dalam Kegelapan

BAGIAN V -- DI NEGERI-NEGERI ORANG KAFIR
39. Di Istana Babel
40. Mimpi Nebukadnezar
41. Dapur Api yang Menyala-nyala
42. Kebesaran Sejati
43. Pengawal yang Tak Kelihatan
44. Dalam Gua Singa

BAGIAN VI -- SESUDAH PEMBUANGAN


45. Kembali dari Pembuangan
46. "Nabi Allah Menolong Mereka"
47. Yosua dan malaikat
48. "Bukan Dengan Keperkasaan dan Bukan Dengan Kekuatan"
49. Zaman Ratu Ester
50. Ezra, Imam dan Ahli Kitab
51. Suatu Kebangunan Rohani
52. Manusia Dengan Kesempatan
53. Para Pembangun di Tembok
54. Suatu Teguran Terhadap Tebusan
55. Persekongkolan Orang Kafir
56. Dinasihati Dengan Hukum Allah
57. Pembaruan

BAGIAN VII -- TERANG WAKTU SENJA
58. Kedatangan Seorang Pembebas
59. Rumah Israel
60. Khayal-khayal Tentang Kemuliaan yang Akan Datang


Kebun Anggur Allah

BAHWA maksud Allah memanggil Abraham ke luar dari antara bangsanya yang menyembah berhala dan menyuruhnya berdiam di tanah Kanaan adalah untuk mendatangkan karunia-karunia surga yang paling baik bagi segala bangsa di bumi. Ia berfirman, "Aku akan membuat engkau menjadi bangsa yang besar, dan memberkati engkau serta membuat namamu masyhur, dan engkau akan menjadi berkat." Kejadian 12:2. Panggilan kepada Abraham itu adalah suatu kehormatan yang tinggi--untuk menjadi leluhur bangsa yang akan menjadi penjaga-penjaga dan pemelihara kebenaran Allah selama berabad-abad bagi dunia, bangsa yang olehnya seluruh bangsa di bumi akan diberkati di dalam menunggu kedatangan Mesias yang dijanjikan itu.
Manusia sudah hampir kehilangan pengetahuan akan Allah yang benar. Pikiran-pikirannya telah digelapkan oleh penyembahan berhala. Hukum Taurat itu adalah "kudus, benar dan baik" (Roma 7:12), manusia telah berusaha mengganti hukum-hukum yang serasi dengan maksud-maksud hatinya yang mementingkan diri sendiri dan kejam. Namun Allah dalam rahmat-Nya tidaklah menghapus manusia sampai lenyap. Ia bermaksud memberikan kesempatan kepada manusia untuk berkenalan dengan Dia melalui gereja-Nya. Bahwa asas-asas yang dirancang-Nya yang dinyatakan melalui umat-Nya haruslah berarti pemulihan peta normal Allah pada manusia.
Hukum Allah harus diagungkan, kekuasaan-Nya mesti ditegakkan dan pekerjaan besar dan mulia ini diserahkan ke atas isi rumah Israel. Allah memisahkan mereka dari dunia, agar Ia boleh menjadikan mereka suatu badan yang suci. Ia menjadikan mereka tempat menaruh hukum-Nya, dan ia bermaksud melalui mereka pengetahuan tentang Dia sendiri dipelihara di antara manusia. Dengan demikian terang dari surga dipancarkan ke suatu dunia yang diselubungi kegelapan dan suatu suara yang memanggil segala bangsa agar berpaling dari penyembahan berhala untuk melayani Allah yang hidup, hendaknya kedengaran.
"Dengan kekuatan yang besar dan dengan tangan yang kuat," Allah membawa umat pilihan-Nya ke luar dari tanah Mesir. Keluaran 32:11. "Diutus-Nya Musa, hamba-Nya, dan Harun yang telah dipilih-Nya; keduanya mengadakan tanda-tanda-Nya di antara mereka, dan mukjizat-mukjizat di tanah Ham." "Dihardik-Nya Laut Teberau, sehingga kering, dibawa-Nya mereka berjalan melalui samudera raya." Mazmur 105:26, 27; 106:9. Dilepaskan-Nya mereka dari negeri perhambaan, agar Ia boleh membawa mereka ke suatu tanah yang indah, suatu tanah yang Ia telah sediakan sebagai jaminan-Nya melepaskan mereka dari musuh-musuhnya. Ia akan menghantar mereka datang kepada-Nya sendiri dan memagari mereka dengan tangan-tangan-Nya yang kekal; dan sebagai imbalan atas kebaikan dan belas kasihan-Nya mereka akan meninggikan dan mempermuliakan nama-Nya di dalam dunia.


"Tetapi bagian Tuhan ialah umat-Nya, Yakub ialah milik yang ditetapkan bagi-Nya. Didapati-Nya dia di suatu negeri, di padang gurun, di tengah-tengah ketandusan dan auman padang belantara. Dikelilingi-Nya dia dan diawasi-Nya, dijaga-Nya sebagai biji mata-Nya. Laksana rajawali menggoyang-bangkitkan isi sarangnya, melayang-layang di atas anak-anaknya, mengembangkan sayapnya, menampung seekor, dan mendukungnya di atas kepaknya, demikianlah TUHAN sendiri menuntun dia, dan tidak ada Allah asing menyertai dia." Ulangan 32:9-12. Begitulah Ia membawa bangsa Israel kepada-Nya sendiri, agar mereka boleh berlindung di bawah naungan Yang Mahatinggi. Beroleh perlindungan dari mara bahaya dalam pengembaraan di padang belantara secara ajaib, akhirnya mereka bermukim di tanah Perjanjian sebagai suatu bangsa pilihan.
Dengan suatu kiasan, Yesaya telah mengisahkan dengan kesedihan yang mengharukan hikayat panggilan dan pendidikan bangsa Israel untuk berdiri di dunia sebagai wakil-wakil Allah, yang berbuah-buah dalam setiap kebajikan:
"Aku hendak menyanyikan nyanyian tentang kekasihku, nyanyian kekasihku tentang kebun anggurnya: Kekasihku itu mempunyai kebun anggur di lereng bukit yang subur. Ia mencangkulnya dan membuang batu-batunya, dan menanaminya dengan pokok anggur pilihan; ia mendirikan sebuah menara jaga di tengah-tengahnya dan menggali lobang tempat memeras anggur; lalu dinantinya supaya kebun itu menghasilkan buah anggur yang baik." Yesaya 5:1, 2.
Melalui bangsa pilihan, Allah bermaksud mendatangkan berkat bagi segala bangsa manusia. Nabi itu menyatakan, "sebab kebun anggur Tuhan semesta alam ialah kaum Israel, dan orang Yehuda ialah tanam-tanaman kegemaran-Nya." Yesaya 5:7.
Bagi bangsa ini berlakulah sabda Allah. Mereka dipagari oleh perintah-perintah hukum-Nya, asas-asas kebenaran, keadilan, dan kesucian. Mentaati asas-asas ini adalah perlindungan mereka, karena itulah yang akan menyelamatkan mereka dari kebinasaan mereka sendiri oleh perbuatan-perbuatan yang penuh dosa. Dan sebagai menara di dalam kebun anggur, Allah menempatkan di tengah-tengah tanah itu bait suci-Nya.
Kristus adalah penasihat mereka. Ia tetap menjadi guru dan pemimpin mereka sebagaimana Ia telah menyertai mereka di padang belantara. Kemuliaan-Nya berdiam di dalam Shekinah kudus di atas tutup pendamaian dalam tempat kudus dan bait suci. Demi kepentingan mereka Ia senantiasa menyatakan kelimpahan kasih sayang-Nya. Maksud Allah telah dipaparkan di hadapan mereka dan syarat-syarat kemakmuran mereka dijelaskan melalui Musa. "Sebab engkaulah umat yang kudus bagi Tuhan, Allahmu, engkaulah yang dipilih oleh Tuhan, Allahmu, dari segala bangsa di atas muka bumi untuk menjadi umat kesayangan-Nya."
"Engkau telah menerima janji daripada Tuhan pada hari ini, bahwa Ia akan menjadi Allahmu, dan engkau pun akan hidup menurut jalan yang ditunjukkan-Nya dan berpegang pada ketetapan, perintah serta peraturan-Nya dan mendengarkan suara-Nya. Dan Tuhan telah menerima janji daripadamu pada hari ini, bahwa engkau akan menjadi umat kesayangan-Nya, seperti yang dijanjikan-Nya kepadamu, dan bahwa engkau akan berpegang pada segala perintah-Nya, dan Ia pun akan mengangkat engkau di atas segala bangsa yang telah dijadikan-Nya, untuk menjadi terpuji, ternama dan terhormat. Maka engkau akan menjadi umat yang kudus bagi Tuhan, Allahmu, seperti yang dijanjikan-Nya." Ulangan 7:6; 26:17-19.


Anak-anak Israel akan menduduki seluruh wilayah yang Allah tetapkan bagi mereka. Bangsa-bangsa yang menolak menyembah dan berbakti kepada Allah yang benar tidak akan memiliki apa-apa. Namun adalah maksud Allah bahwa oleh kenyataan tabiat-Nya melalui bangsa Israel manusia harus ditarik datang kepada-Nya. Undangan Injil hendaknya diberikan ke seluruh dunia. Melalui ajaran pelayanan dan pengorbanan, Kristus akan ditinggikan di hadapan bangsa-bangsa, dan semua yang memandang kepada-Nya akan hidup. Semua seperti Rahab orang Kanaan dan Rut orang Moab, yang berbalik dari penyembahan berhala untuk berbakti kepada Allah yang benar, mereka sendiri akan dipersatukan dengan umat pilihan-Nya. Apabila jumlah orang Israel makin bertambah banyak, mereka harus memperluas perbatasan tanahnya sampai kerajaan mereka merangkul dunia.
Akan tetapi bangsa Israel purba tidak memenuhi maksud Allah. Tuhan menyatakan: "Aku telah membuat engkau tumbuh sebagai pokok anggur pilihan, sebagai benih yang sungguh murni. Betapa engkau berubah menjadi pohon berbau busuk, pohon anggur liar?" "Israel adalah pohon anggur yang riap tumbuhnya, yang menghasilkan buah." "Maka sekarang, hai penduduk Yerusalem, dan orang Yehuda, adililah antara Aku dan kebun anggur-Ku itu. Apakah lagi yang harus diperbuat untuk kebun anggur-Ku itu, yang belum Kuperbuat kepadanya? Aku menanti supaya dihasilkannya buah anggota yang baik, mengapa yang dihasilkannya buah anggur yang asam? Maka sekarang, Aku mau memberitahukan kepadamu apa yang hendak Kulakukan kepada kebun anggur-Ku itu: Aku akan menebang pagar durinya, sehingga kebun itu dimakan habis, dan melanda temboknya, sehingga kebun itu diinjak-injak; Aku akan membuatnya ditumbuhi semak-semak, tidak dirantingi dan tidak disiangi, sehingga tumbuh putri malu dan rumput; Aku akan memerintahkan awan-awan, supaya jangan diturunkannya hujan ke atasnya. Sebab . . . dinanti-Nya keadilan, tetapi hanya ada kelaliman, dinanti-Nya kebenaran tetapi hanya ada keonaran." Yeremia 2:21; Hosea 10:1; Yesaya 5:3-7.
Melalui Musa, Tuhan telah memaparkan di hadapan umat-Nya akibat-akibat ketidaksetiaan. Oleh menolak memelihara perjanjian-Nya, mereka sendiri menghentikan kehidupan yang diberikan Allah, dan berkat-Nya tak bisa dicurahkan ke atas mereka. Ada sesekali amaran-amaran ini ditaati, sehingga berkat-berkat yang limpah tercurah kepada bangsa Yahudi dan bangsa-bangsa sekelilingnya turut diberkati melalui mereka itu. Tetapi di dalam sejarah mereka lebih sering melupakan Allah dan kehilangan pandangan terhadap kedudukan mereka yang tinggi sebagai wakil-wakil-Nya. Dari pelayanan yang Ia tuntut dari mereka, mereka merampok-Nya, lalu mereka merampas pimpinan keagamaan dan teladan kesucian dari sesamanya manusia. Mereka ingin mengambil bagi mereka sendiri buah-buah kebun anggur yang telah dipercayakan kepada mereka untuk menjaganya. Keserakahan dan kerakusan mereka menyebabkan mereka dihina sampai oleh orang-orang kafir pun. Dengan demikian dunia kafir telah diberi kesan untuk salah menafsirkan sifat Allah dan undang-undang kerajaan-Nya.


Dengan hati seorang ayah, Allah betah tinggal bersama umat-Nya. Ia membujuk mereka oleh rahmat yang diberikan dan rahmat yang ditarik kembali. Dengan sabarnya Ia membentangkan dosa-dosa mereka di hadapan mereka dan dengan tekunnya menunggu keinsafan mereka. Para nabi dan pesuruh telah diutus untuk menyatakan tuntutan-Nya kepada para penjaga kebun anggur, tetapi orang-orang yang mempunyai kuasa dan ketajaman kerohanian ini gantinya disambut malahan diperlakukan sebagai musuh. Mereka dianiaya dan dibunuh oleh para penjaga kebun anggur itu. Allah masih tetap mengutus pesuruh-pesuruh lain, tetapi mereka mendapat perlakuan yang sama seperti yang terdahulu, tetap saja para penjaga kebun itu lebih menunjukkan kebencian yang menjadi-jadi.
Uluran tangan kemurahan hati Ilahi selama jangka waktu Pembuangan membuat banyak yang bertobat, namun setelah mereka kembali ke Tanah Perjanjian, bangsa Yahudi mengulangi kesalahan-kesalahan generasi-generasi sebelumnya dan menyeret mereka sendiri ke dalam pertikaian politik dengan bangsa-bangsa di sekitarnya. Nabi-nabi yang dikirim Allah untuk memperbaiki kejahatan-kejahatan yang sedang diperbuat, telah diterima dengan kecurigaan dan cemoohan sesuai dengan apa yang terjadi pada pesuruh-pesuruh sebelumnya, maka dengan demikian dari abad ke abad para penjaga kebun anggur menimbun kesalahan mereka.
Anggur yang baik telah ditanam oleh Petani Ilahi di atas bukit-bukit Palestina tetapi telah diremehkan oleh orang-orang Israel dan yang akhirnya menghancurkan pagar tembok kebun anggur itu; mereka merusak dan menginjak-injaknya di bawah kaki mereka dan berharap bahwa mereka telah membinasakannya untuk selama-lamanya. Pemilik kebun itu memindahkan anggurnya dan menyembunyikannya dari penglihatan mereka. Ia menanamkannya kembali, tetapi di dalam cara yang sedemikian rupa dan di bagian lain dari tembok itu sehingga rumpunnya tidak lama sudah kelihatan. Cabang-cabangnya bergantungan di atas tembok, dan cangkokan dapat dilakukan ke dalamnya, tetapi batangnya sendiri telah ditanam di luar batas bahaya atau jangkauan kuasa manusia.
Sebagai penilaian istimewa bagi Gereja Allah di atas dunia sekarang--yang menjadi penjaga-penjaga kebun anggur-Nya--ialah pekabaran-pekabaran nasihat dan teguran yang diberikan melalui para nabi yang telah menerangkan sejelas-jelasnya akan maksud-Nya yang kekal demi keselamatan bangsa manusia. Kasih-Nya bagi bangsa yang telah hilang dan rencana-Nya untuk keselamatan mereka dengan jelas telah dinyatakan di dalam ajaran-ajaran para nabi. Hikayat panggilan Israel, akan sukses dan kegagalan mereka, akan pemilihan mereka kepada kebaikan Ilahi, akan penolakan mereka terhadap Tuan kebun anggur, dan akan hal membawa rencana zaman berzaman oleh suatu umat sisa yang terpilih di mana pada merekalah segala perjanjian yang dijanjikan akan digenapi--inilah tema utusan-utusan Allah kepada gereja-Nya selama berabad-abad yang telah berlalu. Kini pekabaran Allah bagi gereja-Nya--ialah mereka yang menjadi para penggarap kebun anggur-Nya sebagai penjaga-penjaga kebun yang setia--tidak lain daripada yang telah disabdakan melalui nabi dahulu:
"Pada waktu itu akan dikatakan: Bernyanyilah tentang kebun anggur yang elok! Aku, Tuhan, penjaganya; setiap saat aku menyiraminya. Supaya jangan orang mengganggunya, siang malam Aku menjaganya." Yesaya 27:2, 3.


Biarlah Israel berharap pada Allah. Sekarang Tuan kebun anggur itu sedang mengumpulkan dari antara segala bangsa manusia buah-buah yang tak ternilai harganya yang telah lama ditunggu-tunggu-Nya. Segera Ia akan datang kepada milik-Nya; dan pada hari yang berbahagia itu akhirnya maksud-Nya yang kekal digenapi bagi isi rumah Israel. "Pada hari-hari yang akan datang, Yakub akan berakar, Israel akan berkembang dan bertunas dan memenuhi muka bumi dengan hasilnya." Ayat 6.







DARI KUAT MENJADI LEMAH




"Beginilah Firman Tuhan: 'Janganlah orang bijaksana bermegah karena kebijaksanaannya, janganlah orang kuat bermegah karena kekuatannya, janganlah orang kaya bermegah karena kekayaannya, tetapi siapa yang mau bermegah baiklah bermegah karena yang berikut: bahwa ia memahami dan mengenal Aku.'" Yeremia 9:23, 24.



1
SALOMO

DI DALAM pemerintahan Daud dan Salomo, bangsa Israel menjadi kuat di antara bangsa-bangsa dan mempunyai banyak kesempatan untuk menggunakan suatu pengaruh yang hebat dalam rangka menegakkan kebenaran dan keadilan. Nama Yehova ditinggikan dan dihormati, dan maksud mendudukkan bangsa Israel di Tanah Perjanjian secara pantas menemui kegenapannya. Rintangan-rintangan telah dihancurkan, dan mereka yang datang dari negeri-negeri kafir untuk mencari kebenaran tidak pulang dengan tangan hampa. Pertobatan-pertobatan berlangsung, dan gereja Allah di atas dunia menjadi besar dan makmur.
Salomo diurapi dan diumumkan sebagai raja pada tahun-tahun terakhir dari ayahandanya Daud, yang dengan senang hati menyerahkan takhta kerajaannya. Permulaan kehidupannya semarak oleh perjanjian dan adalah maksud Allah agar ia maju makin lama makin bertambah kuat dari kemuliaan kepada kemuliaan, senantiasa mendekati kesamaan sifat-sifat Allah, dan dengan demikian memberi ilham kepada umat-umat-Nya untuk memenuhi kepercayaan mereka yang kudus sebagai penjaga-penjaga kebenaran Ilahi.
Daud mengetahui bahwa maksud Allah yang agung bagi bangsa Israel hanya dapat dicapai apabila pemimpin-pemimpin dan orang banyak itu berusaha dengan kewaspadaan yang tak terhingga untuk mencapai standar yang dicanangkan di hadapan mereka. Ia mengetahui supaya putranya Salomo dapat memenuhi kepercayaan atas mana Allah berkenan untuk menghormatinya, pemimpin yang masih muda ini hendaknya bukanlah hanya seorang tentara, seorang negarawan, dan seorang pemerintah, tetapi seorang yang kuat, yang baik, seorang guru kebenaran, suatu contoh kesetiaan.


Dengan ketekunan yang lemah lembut Daud menggembleng Salomo menjadi mulia dan gagah perkasa, untuk menunjukkan belas kasihan dan keramahan kepada rakyatnya, dan di dalam segala urusannya dengan bangsa-bangsa di bumi hendaknya menghormati dan memuliakan nama Allah serta menyatakan indahnya kesucian. Melalui pengalaman-pengalaman luar biasa dan banyak pencobaan yang Daud telah lalui selama hidupnya telah mengajarinya akan nilai karya-karya yang lebih mulia dan ini membuat ia pada saat kematiannya menyatakan kepada Salomo: "Apabila seorang memerintah manusia dengan adil, memerintah dengan takut akan Allah, ia bersinar seperti fajar di waktu pagi, pagi yang tidak berawan, yang sesudah hujan membuat berkilauan rumput muda di tanah." 2 Samuel 23:3, 4.
Oh, alangkah suatu kesempatan yang indah bagi Salomo! Apabila ia mengikuti petunjuk ayahnya yang diilhamkan Ilahi, maka pemerintahannya akan menjadi suatu pemerintahan kebenaran, seperti yang digambarkan di dalam Mazmur pasal tigapuluh dua:
"Ya Allah, berikanlah hukum-Mu kepada raja dan keadilan-Mu kepada putra raja! Kiranya ia mengadili umat-Mu dengan keadilan dan orang-orang-Mu yang tertindas dengan hukum! Kiranya gunung-gunung membawa damai sejahtera bagi bangsa, dan bukit-bukit membawa kebenaran! Kiranya ia memberi keadilan kepada orang-orang yang tertindas dari bangsa itu, menolong orang-orang miskin, tetapi meremukkan pemeras-pemeras! Kiranya lanjut umurmu selama ada matahari, dan selama ada bulan, turun-temurun! Kiranya ia seperti hujan yang turun ke atas padang rumput, seperti dirus hujan yang menggenangi bumi! Kiranya keadilan berkembang dalam zamannya dan damai sejahtera berlimpah, sampai tidak ada lagi bulan! Kiranya ia memerintah dari laut ke laut, dari sungai Efrat sampai ke ujung bumi! Kiranya penghuni padang belantara berlutut di depannya, dan musuh-musuhnya menjilat debu; kiranya raja-raja dari Tarsis dan pulau-pulau membawa persembahan-persembahan; kiranya raja-raja dari Syeba dan Seba menyampaikan upeti! Kiranya semua raja sujud menyembah kepadanya, dan segala bangsa menjadi hambanya! Sebab ia akan melepaskan orang miskin yang berteriak minta tolong, orang yang tertindas, dan orang yang tidak punya penolong; ia akan sayang kepada orang lemah dan orang miskin, ia akan menyelamatkan nyawa orang miskin. Ia akan menebus nyawa mereka dari penindasan dan kekerasan, darah mereka mahal di matanya. Hiduplah ia! Kiranya dipersembahkan kepadanya emas Syeba! Kiranya ia didoakan senantiasa, dan diberkati sepanjang hari! Biarlah tanaman gandum berlimpah-limpah di negeri, bergelombang di puncak pegunungan; biarlah buahnya mekar bagaikan Libanon, bulir-bulirnya berkembang bagaikan rumput di bumi. Biarlah namanya tetap selama-lamanya, kiranya namanya semakin dikenal selama ada matahari. Kiranya segala bangsa saling memberkati dengan namanya, dan menyebut dia berbahagia. Terpujilah Tuhan, Allah Israel, yang melakukan perbuatan yang ajaib seorang diri! Dan terpujilah kiranya nama-Nya yang mulia selama-lamanya, dan kiranya kemuliaan-Nya memenuhi seluruh bumi. Amin, ya amin."



Di masa mudanya Salomo menjadikan pilihan Daud menjadi pilihannya, dan bertahun-tahun ia berjalan dengan tulus hati, kehidupannya ditandai dengan penurutan yang teguh kepada perintah-perintah Allah. Pada permulaan masa pemerintahannya ia bersama dengan para penasihatnya pergi ke Gibeon, di mana kemah sembahyang dulu didirikan di padang belantara, di sanalah ia bersatu dengan para penasihatnya yang terpilih, "kepala-kepala pasukan seribu dan pasukan seratus," "para hakim," dan semua pemimpin di seluruh Israel, yaitu "para kepala puak," untuk mengadakan persembahan korban kepada Allah dan untuk menyerahkan diri mereka sendiri sepenuhnya pada pelayanan Tuhan. 2 Tawarikh 1:2. Mengerti akan sesuatu yang besar terhadap tugas-tugas yang berhubungan dengan pekerjaan sebagai raja, Salomo mengetahui bahwa mereka yang memikul tanggungan yang berat harus mencari Sumber Hikmat untuk mendapat tuntunan, jikalau mereka mau memenuhi kewajiban-kewajiban mereka dengan sebaik-baiknya. Inilah yang membuat ia mendesak para penasihatnya agar sehati besertanya dalam memastikan penerimaan mereka pada Tuhan.
Di atas setiap harta dunia, sang raja merindukan hikmat dan pengertian guna penyelesaian pekerjaan yang telah diamanatkan Tuhan kepadanya untuk diperbuat. Ia menginginkan ketangkasan pikiran, demi kelapangan dada, dan Roh yang lemah lembut. Pada malam itu Tuhan menampakkan diri kepada Salomo dalam suatu mimpi dan berfirman: "Mintalah apa yang hendak Kuberikan kepadamu." Dalam jawabannya pemimpin yang muda dan belum berpengalaman ini mengutarakan perasaan ketidaberdayaannya dan kerinduannya akan pertolongan". Ia berkata: "Engkaulah yang telah menunjukkan kasih setia-Mu yang besar kepada hamba-Mu Daud, ayahku, sebab ia hidup di hadapan-Mu dengan setia, benar dan jujur terhadap Engkau, dan Engkau telah menjamin kepadanya kasih setia yang besar itu dengan memberikan kepadanya seorang anak yang duduk di takhtanya seperti pada hari ini.

ketgam

Setelah dibangun mezbah Tuhan di Gibeon, Salomo mempersembahkan korban bakaran, dan dia memohon dalam doanya kepada Tuhan agar diberikan kepadanya hikmat dan pengertian.

"Maka sekarang, ya Tuhan Allahku, Engkaulah yang mengangkat hamba-Mu ini menjadi raja menggantikan Daud, ayahku, sekalipun aku masih sangat muda dan belum berpengalaman. Demikianlah hamba-Mu ini berada di tengah-tengah umat-Mu yang Kau pilih, suatu umat yang besar yang tidak terhitung dan tidak terkira banyaknya. Maka berikanlah kepada hamba-Mu ini hati yang paham menimbang perkara untuk menghakimi umat-Mu dengan dapat membedakan antara yang baik dengan yang jahat, sebab siapakah yang sanggup menghakimi umat-Mu yang sangat besar ini?
"Lalu adalah baik di mata Tuhan bahwa Salomo meminta hal yang demikian."


Berfirmanlah Allah kepada Salomo: "Oleh karena itu yang kau ingini dan engkau tidak meminta kekayaan, harta benda, kemuliaan atau nyawa pembencimu, dan juga tidak meminta umur panjang, tetapi sebaliknya engkau meminta kebijaksanaan dan pengertian untuk dapat menghakimi umat-Ku," maka sesungguhnya, Aku melakukan sesuai dengan permintaanmu itu, sesungguhnya Aku memberikan kepadamu hati yang penuh hikmat dan pengertian, sehingga sebelum engkau tidak ada seorang pun seperti engkau, dan sesudah engkau tidak ada seorang pun seperti engkau. Dan juga apa yang tidak kau minta Aku berikan kepadamu, baik kekayaan maupun kemuliaan," "sehingga sepanjang umurmu tak akan ada seorang pun seperti engkau di antara raja-raja.
"Dan jika engkau hidup menurut jalan yang Kutunjukkan dan tetap mengikuti segala ketetapan dan perintah-Ku sama seperti ayahmu Daud, maka Aku akan memperpanjang umurmu." 1 Raja-raja 3:5-14: 2 Tawarikh 1:7-12.
Allah berjanji bahwa sebagaimana Ia telah menyertai Daud, begitu juga Ia akan menyertai Salomo. Jikalau raja mau berjalan dengan tulus ikhlas di hadapan Tuhan, jikalau ia mau melakukan apa yang diperintahkan Allah kepadanya, maka takhta kerajaannya akan berdiri dan pemerintahannya akan benar-benar mengangkat bangsa Israel sebagai "suatu umat yang bijaksana dan berakal budi," sebagai terang bagi bangsa-bangsa di sekelilingnya. Ulangan 4:6.
Bahasa yang dipakai oleh Salomo ketika sembahyang kepada Allah di depan mezbah tua di Gibeon menyatakan kerendahan hatinya dan kerinduannya yang teguh untuk menghormati Allah. Ia menyadari bahwa tanpa pertolongan Ilahi ia tidak berdaya seperti seorang anak kecil untuk menunaikan tanggung jawab yang berada di atas pundaknya. Ia mengetahui bahwa ia tidak memiliki cukup keterampilan, maka suatu perasaan akan kebutuhannya yang besar membawa ia mencari Allah agar memperoleh hikmat. Tak ada perasaan mementingkan diri sendiri di dalam hatinya untuk mencari pengetahuan yang akan mengangkat dia lebih tinggi daripada orang-orang lain. Ia ingin dengan setia menjalankan tugas-tugas yang dibebankan kepadanya, maka ia memilih karunia yang bermakna yang dapat menyebabkan pemerintahannya menghasilkan kemuliaan bagi Allah. Salomo tidak pernah akan begitu kaya atau begitu arif atau begitu besarnya sekiranya ia tidak mengaku, "Aku masih sangat muda dan belum berpengalaman."
Pada zaman ini barangsiapa yang menempati jabatan-jabatan yang dipercayakan haruslah berusaha mempelajari pelajaran yang diajarkan oleh doa Salomo. Makin tinggi jabatan yang ditempati oleh seseorang, makin besarlah tanggung jawab yang harus dipikulnya, makin luaslah pengaruh yang digunakannya dan makin besarlah keperluannya bergantung pada Allah. Hendaklah senantiasa ia mengingat bahwa dengan adanya panggilan untuk bekerja datanglah panggilan untuk berjalan dengan berhati-hati di hadapan sesamanya manusia. Ia harus berdiri di hadapan Allah di dalam sikap seorang pelajar. Jabatan tidak memberikan kesucian tabiat. Adalah oleh menghormati Allah dan mentaati perintah-perintah-Nya yang sesungguhnya membuat seseorang menjadi besar.


Allah yang kita sembah itu tidak memandang rupa orang. Ia yang mengaruniakan Roh bijaksana yang terampil kepada Salomo rela membagikan berkat yang sama kepada umat-Nya pada masa kini. Firman-Nya menyatakan: "Apabila di antara kamu ada yang kekurangan hikmat, hendaklah ia meminta kepada Allah,--yang memberikan kepada semua orang dengan murah hati dan dengan tidak membangkit-bangkit--maka hal itu akan diberikan kepadanya. Yakobus 1:5. Bila seorang yang memikul tanggung jawab merindukan hikmat lebih daripada merindukan kekayaan, kuasa, atau kemasyhuran, ia tidak akan dikecewakan. Orang itu akan belajar dari sang Guru Besar bukan saja apa yang akan diperbuat, tetapi bagaimana mengerjakannya di dalam cara yang akan mendapat persetujuan Ilahi.
Orang yang telah dilengkapi Allah dengan keterampilan dan kesanggupan selama ia tetap berserah, tidak akan menyatakan suatu keinginan untuk menduduki jabatan yang tinggi, juga tidak akan memerintah atau mengawasi. Untuk kepentingan manusia harus memikul tanggung jawab; tetapi gantinya mencari kebesaran, ia yang mau menjadi seorang pemimpin yang benar akan meminta doa agar memperoleh suatu hati yang berakal budi, untuk membedakan antara yang baik dan yang jahat.
Jalan orang-orang yang diangkat sebagai pemimpin-pemimpin bukanlah suatu hal yang mudah. Karena mereka harus melihat suatu panggilan dalam setiap kesulitan untuk berdoa. Mereka tidak pernah akan gagal apabila meminta pengarahan dari Sumber besar segala hikmat. Dikuatkan dan diterangi oleh Pekerja Kepala, mereka akan disanggupkan untuk berdiri teguh melawan pengaruh-pengaruh yang najis dan dapat membedakan yang benar dari yang salah, yang baik dari yang jahat. Mereka akan menerima apa yang disetujui Allah, dan akan bergumul dengan sungguh-sungguh menentang asas-asas salah yang diperkenalkan kepada kehendak-Nya.
Hikmat di atas kekayaan, kemuliaan, atau umur panjang yang didambakan Salomo, dikaruniakan Allah kepadanya. Kerinduannya untuk memperoleh pikiran yang cerdas, akal yang luas, dan suatu Roh yang lemah lembut memang diperolehnya. "Dan Allah memberikan kepada Salomo hikmat dan pengertian yang amat besar, serta akal yang luas seperti dataran pasir di tepi laut, sehingga hikmat Salomo melebihi hikmat segala bani Timur dan melebihi segala hikmat orang Mesir. Ia lebih bijaksana dari pada semua orang... sebab itu ia mendapat nama di antara segala bangsa sekelilingnya." 1 Raja-raja 4:29-31.
"Dan seluruh orang Israel  . . .takut kepada raja: sebab mereka melihat, bahwa hikmat daripada Allah ada dalam hatinya, untuk melakukan keadilan. 1 Raja-raja 3:28. Hati orang banyak diarahkan kepada Salomo, sebagaimana yang mereka telah lakukan kepada Daud, dan mereka taat kepadanya dalam segala perkara. "Salomo . . . menjadi kuat dalam kedudukannya sebagai raja; Tuhan, Allahnya, menyertai dia dan menjadikan kekuasaannya luar biasa besarnya. 2 Tawarikh 1:1.
Bertahun-tahun lamanya kehidupan Salomo ditandai dengan penyerahan kepada Allah, dengan keikhlasan dan asas yang teguh, serta dengan penurutan yang tegas akan perintah-perintah Allah. Ia memimpin dalam setiap perusahaan yang penting dan mengelola dengan cermat urusan-urusan usaha yang berhubungan dengan kerajaan. Hikmat dan kekayaannya, bangunan-bangunan luar biasa dan pekerjaan umum yang ia dirikan selama tahun-tahun permulaan pemerintahannya, tenaga, kesalehan, keadilan, dan keluhuran budi yang ia tunjukkan dalam perkataan dan perbuatan memenangkan kesetiaan rakyatnya dan kekaguman serta penghormatan para pemerintah dari banyak negara.


Nama Yehova sangatlah dihormati selama bagian yang pertama masa pemerintahan Salomo. Kebijaksanaan dan kebenaran yang dinyatakan oleh raja membawa kesaksian kepada segala bangsa akan keagungan dan kebesaran Allah yang disembahnya. Untuk suatu masa bangsa Israel menjadi terang dunia, yang menyatakan kebesaran Tuhan Allah. Bukan di dalam hikmat yang berlebihan, kekayaan yang berlimpah-limpah dan kuasa yang tak terbatas serta kemasyhuran yang dimilikinya, terletak kemuliaan sejati permulaan pemerintahan Salomo; tetapi di dalam kemuliaan yang ia bawa kepada nama Allah orang Israel melalui pemakaian yang bijaksana akan karunia-karunia Surga.
Sementara tahun-tahun berlalu dan kemasyhuran Salomo bertambah-tambah, ia berusaha menghormati Allah oleh menambah kekuatan pikiran dan kerohanian, dan oleh membagikan berkat-berkat yang ia terima kepada orang-orang lain terus-menerus. Tak ada yang mengerti lebih baik daripadanya bahwa melalui kemurahan Tuhan Allah ia telah mencapai kuasa kedudukan dan hikmat kebijaksanaan, dan bahwa karunia-karunia ini diberikan agar ia boleh memberikan kepada dunia pengetahuan Raja atas segala Raja.
Salomo mengambil suatu perhatian khusus dalam sejarah alam, tetapi risetnya tidak saja terbatas pada suatu cabang pelajaran. Melalui suatu penyelidikan yang tekun terhadap seluruh ciptaan, baik benda hidup maupun benda mati, ia memperoleh suatu konsep yang jelas terhadap Khalik. Di dalam kekuatan alam, di dalam mineral dan dunia hewan, dan di dalam setiap pohon, semak dan kembang, ia melihat kenyataan hikmat Allah, dan bila ia berusaha mempelajari lebih banyak lagi, pengetahuannya terhadap Allah dan kasihnya bagi-Nya dengan tetus bertambah-tambah.
Hikmat kebijaksaan Salomo yang diilhamkan Ilahi nyatanya terdapat dalam Mazmur dan pujian dan di dalam amsal yang banyak. "Ia menggubah tiga ribu amsal, dan nyanyiannya ada seribu lima. Ia bersajak tentang pohon-pohonan, dari pohon aras yang di gunung Libanon sampai kepada hisop yang tumbuh pada dinding batu; ia berbicara juga tentang hewan dan tentang burung-burung dan tentang binatang melata dan tentang ikan-ikan." 1 Raja-raja 4:32, 33.
Amsal Salomo berpedoman pada asas-asas kehidupan suci dan ikhtiar yang tinggi, asas-asas yang berasal dari surga yang memimpin kepada Ketuhanan, asas-asas yang harus mengendalikan setiap tindakan daripada kehidupan. Adalah penyebaran yang meluas akan asas-asas ini, dan pengenalan akan Allah sebagai Satu Oknum yang harus dipuji dan dihormati oleh semua orang, yang membuat permulaan pemerintahan Salomo, suatu zaman moral ditinggikan sebagaimana kemakmuran materi.
Ia menuliskan: "Berbahagialah orang yang mendapat hikmat, orang yang memperoleh kepandaian, karena keuntungannya melebihi keuntungan perak, dan hasilnya melebihi emas. Ia lebih berharga daripada permata; apa pun yang kau inginkan tidak dapat menyamainya. Umur panjang ada di tangan kanannya, di tangan kirinya kekayaan dan kehormatan. Jalannya adalah jalan penuh bahagia, segala jalannya sejahtera semata-mata. Ia menjadi pohon kehidupan bagi orang yang memegangnya, siapa yang berpegang padanya akan disebut berbahagia." Amsal 3:13-18.
"Permulaan hikmat ialah: perolehlah hikmat dan dengan segala yang kauperoleh perolehlah pengertian." Amsal 4:7. "Permulaan hikmat adalah takut akan Tuhan." Mazmur 111:10. "Takut akan Tuhan ialah membenci kejahatan; aku benci kepada kesombongan, kecongkakan, tingkah laku yang jahat, dan mulut penuh tipu muslihat." Amsal 8:13.


Oh, sekiranya pada tahun-tahun terakhir Salomo mengindahkan kata-kata hikmat yang ajaib ini! Oh, sekiranya ia yang mengatakan, "Bibir orang bijak menaburkan pengetahuan" (Amsal 15:7), dan ia yang telah menggurui raja-raja di bumi untuk memperuntukkan pujian kepada Raja segala raja yang mereka ingin untuk berikan kepada seorang pemerintah duniawi, maka tidak pernah ia akan dengan mulut yang mengadakan bencana dalam "kecongkakan dan kemegahan," serta mengambil kemuliaan itu bagi dirinya sendiri yang seharusnya hanya untuk Allah sendiri!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar