PARA NABI DAN RAJA
Oleh
Ellen G. White
INDONESIA PUBLISHING HOUSE
KOTAK POS 1188, BANDUNG 40011
JAWA BARAT
Judul Asli : Prophets and Kings
Terjemahan : Hans Manembu
Editor : J. F. Manullang
Copyright @ 1997 Indonesia Publishing House
Ofset di Indonesia
Cetakan Ke ...
KATA PENGANTAR
Penulis dengan pengertian yang dalam terhadap pekerjaan-pekerjaan
yang diberikan oleh Tuhan menarik tirai penutup ke samping dan menyatakan
filsafat sejarah yang olehnya peristiwa-peristiwa yang silam mendapat tempat
pada makna yang kekal. Ia mengungkapkan filsafat ini dalam cara yang berikut:
"Kekuatan bangsa-bangsa dan perorangan tidak terdapat
pada kesempatan-kesempatan dan perlengkapan-perlengkapan (fasilitas) yang
kelihatan untuk menjadikan mereka tidak terkalahkan; itu tidak terdapat pada
kebesaran mereka yang disombong-sombongkan. Apa yang satu-satunya menjadikan
mereka besar atau kuat ialah kuasa dan rencana Allah saja. Dengan perantaraan
sikap mereka terhadap rencana-Nya, mereka sendiri menentukan nasib mereka.
"Sejarah manusia mencakup pencapaiannya,
kemenangan-kemenangannya dalam peperangan, keberhasilannya dalam mendaki
kebesaran duniawi. Sejarah Allah melukiskan manusia sebagaimana surga
memandangnya."
Buku ini, mulai dengan hikayat
tentang kejayaan pemerintahan Salomo atas Israel, suatu kerajaan yang bersatu,
dengan bait suci Yehova--pusat perbaktian yang benar. Di dalam buku ini
ditelusuri hal ihwal suatu bangsa pilihan dan istimewa, yang berada di
persimpangan di antara setia kepada Allah dan menyembah ilah-ilah bangsa-bangsa
di sekeliling mereka. Dan di dalam buku ini kelihatan dengan jelas, melalui
saat yang genting dalam sejarah dunia ini, peristiwa-peristiwa dramatis
mengenai pertarungan sengit antara Kristus dan Setan untuk memenangkan hati dan
kesetiaan manusia.
Buku ini penuh dengan penyelidikan tentang tokoh-tokoh yang
mempesona--Salomo yang bijaksana, yang kepintarannya tidak dapat menahannya
dari pelanggaran; Yerobeam, manusia yang membuat kebijaksanaan sendiri, dan
akibat-akibat kejahatan yang mengikuti pemerintahannya; Elia yang hebat dan
gagah berani; Elisa, nabi damai dan kesembuhan; Ahaz, yang penakut dan jahat;
Hizkia, yang setia dan baik hati; Daniel, yang kekasih dari Allah; Yeremia,
nabi yang berduka; Hagai, Zakharia dan Maleakhi, nabi-nabi pemulihan. Setelah
mereka semua muncullah dalam kemuliaan kedatangan Raja, Anak Domba Allah, Anak
yang tunggal itu, pada siapa lambang-lambang segala korban dapat digenapi.
Bahwa buku ini dengan pelajaran-pelajarannya yang limpah
tentang iman pada Allah dan anak-Nya, Juruselamat dunia, dan cerita-cerita
tentang pemeliharaan-Nya dalam kehidupan orang-orang besar pria dan wanita pada
zaman Perjanjian Lama kiranya dapat memperdalam pengalaman keagamaan dan
menerangi pikiran semua orang yang membacanya adalah pengharapan penerbit dan
THE BOARD OF TRUSTEES OF THE ELLEN G. WHITE PUBLICATIONS.
ISI BUKU
Kata Pengantar
PENDAHULUAN -- Kebun Anggur Tuhan
BAGIAN I -- DARI KUAT MENJADI LEMAH
1. Salomo
2. Bait Suci dan Penahbisannya
3. Kebanggaan Akan Kemakmuran
4. Akibat-akibat Pendurhakaan
5. Pertobatan Salomo
6. Pecahnya Kerajaan Itu
7. Yerobeam
8. Kemurtadan Nasional
BAGIAN II -- NABI-NABI DI KERAJAAN UTARA
9. Elia Orang Tisbe
10. Suara Teguran yang Keras
11. Karmel
12. Dari Yizreel ke Horeb
13. "Apakah Kerjamu di Sini?"
14. "Dalam Roh dan Kuasa Elia"
15. Yosafat
16. Jatuhnya Keluarga Ahab
17. Elisa Dipanggil
18. Menyehatkan Air
19. Nabi Damai
20. Naaman
21. Akhir Pekerjaan Elisa
22. "Niniwe, Kota yang Besar Itu"
23. Tawanan Asyur
24. "Dibinasakan Sebab Kurang Pengetahuan"
BAGIAN III -- SEORANG PENGKHOTBAH KEBENARAN
25. Panggilan Yesaya
26. "Pandanglah Allahmu
27. Ahas
28. Hizkia
29. Para Duta dari Babel
30. Kelepasan Dari Asyur
31. Pengharapan Bagi Orang Kafir
BAGIAN IV -- PEMBALASAN NASIONAL
32. Manasye dan Yosia
33. Kitab Undang-undang
34. Yeremia
35. Mendekati Malapetaka
36. Raja Yehuda yang Terakhir
37. Ditawan ke Babel
38. Terang Dalam Kegelapan
BAGIAN V -- DI NEGERI-NEGERI ORANG KAFIR
39. Di Istana Babel
40. Mimpi Nebukadnezar
41. Dapur Api yang Menyala-nyala
42. Kebesaran Sejati
43. Pengawal yang Tak Kelihatan
44. Dalam Gua Singa
BAGIAN VI -- SESUDAH PEMBUANGAN
45. Kembali dari Pembuangan
46. "Nabi Allah Menolong Mereka"
47. Yosua dan malaikat
48. "Bukan Dengan Keperkasaan dan Bukan Dengan
Kekuatan"
49. Zaman Ratu Ester
50. Ezra, Imam dan Ahli Kitab
51. Suatu Kebangunan Rohani
52. Manusia Dengan Kesempatan
53. Para Pembangun di Tembok
54. Suatu Teguran Terhadap Tebusan
55. Persekongkolan Orang Kafir
56. Dinasihati Dengan Hukum Allah
57. Pembaruan
BAGIAN VII -- TERANG WAKTU SENJA
58. Kedatangan Seorang Pembebas
59. Rumah Israel
60. Khayal-khayal Tentang Kemuliaan yang Akan Datang
Kebun Anggur Allah
BAHWA maksud Allah memanggil Abraham ke luar dari antara
bangsanya yang menyembah berhala dan menyuruhnya berdiam di tanah Kanaan adalah
untuk mendatangkan karunia-karunia surga yang paling baik bagi segala bangsa di
bumi. Ia berfirman, "Aku akan membuat engkau menjadi bangsa yang besar,
dan memberkati engkau serta membuat namamu masyhur, dan engkau akan menjadi
berkat." Kejadian 12:2. Panggilan kepada Abraham itu adalah suatu
kehormatan yang tinggi--untuk menjadi leluhur bangsa yang akan menjadi
penjaga-penjaga dan pemelihara kebenaran Allah selama berabad-abad bagi dunia,
bangsa yang olehnya seluruh bangsa di bumi akan diberkati di dalam menunggu
kedatangan Mesias yang dijanjikan itu.
Manusia sudah hampir kehilangan pengetahuan akan Allah yang
benar. Pikiran-pikirannya telah digelapkan oleh penyembahan berhala. Hukum
Taurat itu adalah "kudus, benar dan baik" (Roma 7:12), manusia telah
berusaha mengganti hukum-hukum yang serasi dengan maksud-maksud hatinya yang
mementingkan diri sendiri dan kejam. Namun Allah dalam rahmat-Nya tidaklah
menghapus manusia sampai lenyap. Ia bermaksud memberikan kesempatan kepada
manusia untuk berkenalan dengan Dia melalui gereja-Nya. Bahwa asas-asas yang
dirancang-Nya yang dinyatakan melalui umat-Nya haruslah berarti pemulihan peta
normal Allah pada manusia.
Hukum Allah harus diagungkan, kekuasaan-Nya mesti ditegakkan
dan pekerjaan besar dan mulia ini diserahkan ke atas isi rumah Israel. Allah
memisahkan mereka dari dunia, agar Ia boleh menjadikan mereka suatu badan yang
suci. Ia menjadikan mereka tempat menaruh hukum-Nya, dan ia bermaksud melalui
mereka pengetahuan tentang Dia sendiri dipelihara di antara manusia. Dengan
demikian terang dari surga dipancarkan ke suatu dunia yang diselubungi
kegelapan dan suatu suara yang memanggil segala bangsa agar berpaling dari
penyembahan berhala untuk melayani Allah yang hidup, hendaknya kedengaran.
"Dengan kekuatan yang besar dan dengan tangan yang
kuat," Allah membawa umat pilihan-Nya ke luar dari tanah Mesir. Keluaran
32:11. "Diutus-Nya Musa, hamba-Nya, dan Harun yang telah dipilih-Nya;
keduanya mengadakan tanda-tanda-Nya di antara mereka, dan mukjizat-mukjizat di
tanah Ham." "Dihardik-Nya Laut Teberau, sehingga kering, dibawa-Nya
mereka berjalan melalui samudera raya." Mazmur 105:26, 27; 106:9. Dilepaskan-Nya
mereka dari negeri perhambaan, agar Ia boleh membawa mereka ke suatu tanah yang
indah, suatu tanah yang Ia telah sediakan sebagai jaminan-Nya melepaskan mereka
dari musuh-musuhnya. Ia akan menghantar mereka datang kepada-Nya sendiri dan
memagari mereka dengan tangan-tangan-Nya yang kekal; dan sebagai imbalan atas
kebaikan dan belas kasihan-Nya mereka akan meninggikan dan mempermuliakan
nama-Nya di dalam dunia.
"Tetapi bagian Tuhan ialah umat-Nya, Yakub ialah milik
yang ditetapkan bagi-Nya. Didapati-Nya dia di suatu negeri, di padang gurun, di
tengah-tengah ketandusan dan auman padang belantara. Dikelilingi-Nya dia dan
diawasi-Nya, dijaga-Nya sebagai biji mata-Nya. Laksana rajawali
menggoyang-bangkitkan isi sarangnya, melayang-layang di atas anak-anaknya,
mengembangkan sayapnya, menampung seekor, dan mendukungnya di atas kepaknya,
demikianlah TUHAN sendiri menuntun dia, dan tidak ada Allah asing menyertai
dia." Ulangan 32:9-12. Begitulah Ia membawa bangsa Israel kepada-Nya
sendiri, agar mereka boleh berlindung di bawah naungan Yang Mahatinggi. Beroleh
perlindungan dari mara bahaya dalam pengembaraan di padang belantara secara
ajaib, akhirnya mereka bermukim di tanah Perjanjian sebagai suatu bangsa
pilihan.
Dengan suatu kiasan, Yesaya telah mengisahkan dengan kesedihan
yang mengharukan hikayat panggilan dan pendidikan bangsa Israel untuk berdiri
di dunia sebagai wakil-wakil Allah, yang berbuah-buah dalam setiap kebajikan:
"Aku hendak menyanyikan nyanyian tentang kekasihku,
nyanyian kekasihku tentang kebun anggurnya: Kekasihku itu mempunyai kebun
anggur di lereng bukit yang subur. Ia mencangkulnya dan membuang batu-batunya,
dan menanaminya dengan pokok anggur pilihan; ia mendirikan sebuah menara jaga
di tengah-tengahnya dan menggali lobang tempat memeras anggur; lalu dinantinya
supaya kebun itu menghasilkan buah anggur yang baik." Yesaya 5:1, 2.
Melalui bangsa pilihan, Allah bermaksud mendatangkan berkat
bagi segala bangsa manusia. Nabi itu menyatakan, "sebab kebun anggur Tuhan
semesta alam ialah kaum Israel, dan orang Yehuda ialah tanam-tanaman
kegemaran-Nya." Yesaya 5:7.
Bagi bangsa ini berlakulah sabda Allah. Mereka dipagari oleh
perintah-perintah hukum-Nya, asas-asas kebenaran, keadilan, dan kesucian.
Mentaati asas-asas ini adalah perlindungan mereka, karena itulah yang akan
menyelamatkan mereka dari kebinasaan mereka sendiri oleh perbuatan-perbuatan
yang penuh dosa. Dan sebagai menara di dalam kebun anggur, Allah menempatkan di
tengah-tengah tanah itu bait suci-Nya.
Kristus adalah penasihat mereka. Ia tetap menjadi guru dan
pemimpin mereka sebagaimana Ia telah menyertai mereka di padang belantara.
Kemuliaan-Nya berdiam di dalam Shekinah kudus di atas tutup pendamaian dalam
tempat kudus dan bait suci. Demi kepentingan mereka Ia senantiasa menyatakan
kelimpahan kasih sayang-Nya. Maksud Allah telah dipaparkan di hadapan mereka
dan syarat-syarat kemakmuran mereka dijelaskan melalui Musa. "Sebab
engkaulah umat yang kudus bagi Tuhan, Allahmu, engkaulah yang dipilih oleh
Tuhan, Allahmu, dari segala bangsa di atas muka bumi untuk menjadi umat
kesayangan-Nya."
"Engkau telah menerima janji daripada Tuhan pada hari
ini, bahwa Ia akan menjadi Allahmu, dan engkau pun akan hidup menurut jalan
yang ditunjukkan-Nya dan berpegang pada ketetapan, perintah serta peraturan-Nya
dan mendengarkan suara-Nya. Dan Tuhan telah menerima janji daripadamu pada hari
ini, bahwa engkau akan menjadi umat kesayangan-Nya, seperti yang dijanjikan-Nya
kepadamu, dan bahwa engkau akan berpegang pada segala perintah-Nya, dan Ia pun
akan mengangkat engkau di atas segala bangsa yang telah dijadikan-Nya, untuk
menjadi terpuji, ternama dan terhormat. Maka engkau akan menjadi umat yang
kudus bagi Tuhan, Allahmu, seperti yang dijanjikan-Nya." Ulangan 7:6;
26:17-19.
Anak-anak Israel akan menduduki seluruh wilayah yang Allah
tetapkan bagi mereka. Bangsa-bangsa yang menolak menyembah dan berbakti kepada
Allah yang benar tidak akan memiliki apa-apa. Namun adalah maksud Allah bahwa
oleh kenyataan tabiat-Nya melalui bangsa Israel manusia harus ditarik datang
kepada-Nya. Undangan Injil hendaknya diberikan ke seluruh dunia. Melalui ajaran
pelayanan dan pengorbanan, Kristus akan ditinggikan di hadapan bangsa-bangsa,
dan semua yang memandang kepada-Nya akan hidup. Semua seperti Rahab orang
Kanaan dan Rut orang Moab, yang berbalik dari penyembahan berhala untuk
berbakti kepada Allah yang benar, mereka sendiri akan dipersatukan dengan umat
pilihan-Nya. Apabila jumlah orang Israel makin bertambah banyak, mereka harus
memperluas perbatasan tanahnya sampai kerajaan mereka merangkul dunia.
Akan tetapi bangsa Israel purba tidak memenuhi maksud Allah.
Tuhan menyatakan: "Aku telah membuat engkau tumbuh sebagai pokok anggur
pilihan, sebagai benih yang sungguh murni. Betapa engkau berubah menjadi pohon
berbau busuk, pohon anggur liar?" "Israel adalah pohon anggur yang
riap tumbuhnya, yang menghasilkan buah." "Maka sekarang, hai penduduk
Yerusalem, dan orang Yehuda, adililah antara Aku dan kebun anggur-Ku itu.
Apakah lagi yang harus diperbuat untuk kebun anggur-Ku itu, yang belum Kuperbuat
kepadanya? Aku menanti supaya dihasilkannya buah anggota yang baik, mengapa
yang dihasilkannya buah anggur yang asam? Maka sekarang, Aku mau memberitahukan
kepadamu apa yang hendak Kulakukan kepada kebun anggur-Ku itu: Aku akan
menebang pagar durinya, sehingga kebun itu dimakan habis, dan melanda
temboknya, sehingga kebun itu diinjak-injak; Aku akan membuatnya ditumbuhi
semak-semak, tidak dirantingi dan tidak disiangi, sehingga tumbuh putri malu
dan rumput; Aku akan memerintahkan awan-awan, supaya jangan diturunkannya hujan
ke atasnya. Sebab . . . dinanti-Nya keadilan, tetapi hanya ada kelaliman,
dinanti-Nya kebenaran tetapi hanya ada keonaran." Yeremia 2:21; Hosea
10:1; Yesaya 5:3-7.
Melalui Musa, Tuhan telah memaparkan di hadapan umat-Nya
akibat-akibat ketidaksetiaan. Oleh menolak memelihara perjanjian-Nya, mereka
sendiri menghentikan kehidupan yang diberikan Allah, dan berkat-Nya tak bisa
dicurahkan ke atas mereka. Ada sesekali amaran-amaran ini ditaati, sehingga
berkat-berkat yang limpah tercurah kepada bangsa Yahudi dan bangsa-bangsa
sekelilingnya turut diberkati melalui mereka itu. Tetapi di dalam sejarah
mereka lebih sering melupakan Allah dan kehilangan pandangan terhadap kedudukan
mereka yang tinggi sebagai wakil-wakil-Nya. Dari pelayanan yang Ia tuntut dari
mereka, mereka merampok-Nya, lalu mereka merampas pimpinan keagamaan dan
teladan kesucian dari sesamanya manusia. Mereka ingin mengambil bagi mereka
sendiri buah-buah kebun anggur yang telah dipercayakan kepada mereka untuk
menjaganya. Keserakahan dan kerakusan mereka menyebabkan mereka dihina sampai
oleh orang-orang kafir pun. Dengan demikian dunia kafir telah diberi kesan
untuk salah menafsirkan sifat Allah dan undang-undang kerajaan-Nya.
Dengan hati seorang ayah, Allah betah tinggal bersama
umat-Nya. Ia membujuk mereka oleh rahmat yang diberikan dan rahmat yang ditarik
kembali. Dengan sabarnya Ia membentangkan dosa-dosa mereka di hadapan mereka
dan dengan tekunnya menunggu keinsafan mereka. Para nabi dan pesuruh telah
diutus untuk menyatakan tuntutan-Nya kepada para penjaga kebun anggur, tetapi
orang-orang yang mempunyai kuasa dan ketajaman kerohanian ini gantinya disambut
malahan diperlakukan sebagai musuh. Mereka dianiaya dan dibunuh oleh para
penjaga kebun anggur itu. Allah masih tetap mengutus pesuruh-pesuruh lain,
tetapi mereka mendapat perlakuan yang sama seperti yang terdahulu, tetap saja
para penjaga kebun itu lebih menunjukkan kebencian yang menjadi-jadi.
Uluran tangan kemurahan hati Ilahi selama jangka waktu
Pembuangan membuat banyak yang bertobat, namun setelah mereka kembali ke Tanah
Perjanjian, bangsa Yahudi mengulangi kesalahan-kesalahan generasi-generasi
sebelumnya dan menyeret mereka sendiri ke dalam pertikaian politik dengan
bangsa-bangsa di sekitarnya. Nabi-nabi yang dikirim Allah untuk memperbaiki
kejahatan-kejahatan yang sedang diperbuat, telah diterima dengan kecurigaan dan
cemoohan sesuai dengan apa yang terjadi pada pesuruh-pesuruh sebelumnya, maka
dengan demikian dari abad ke abad para penjaga kebun anggur menimbun kesalahan
mereka.
Anggur yang baik telah ditanam oleh Petani Ilahi di atas
bukit-bukit Palestina tetapi telah diremehkan oleh orang-orang Israel dan yang
akhirnya menghancurkan pagar tembok kebun anggur itu; mereka merusak dan
menginjak-injaknya di bawah kaki mereka dan berharap bahwa mereka telah
membinasakannya untuk selama-lamanya. Pemilik kebun itu memindahkan anggurnya
dan menyembunyikannya dari penglihatan mereka. Ia menanamkannya kembali, tetapi
di dalam cara yang sedemikian rupa dan di bagian lain dari tembok itu sehingga
rumpunnya tidak lama sudah kelihatan. Cabang-cabangnya bergantungan di atas
tembok, dan cangkokan dapat dilakukan ke dalamnya, tetapi batangnya sendiri
telah ditanam di luar batas bahaya atau jangkauan kuasa manusia.
Sebagai penilaian istimewa bagi Gereja Allah di atas dunia
sekarang--yang menjadi penjaga-penjaga kebun anggur-Nya--ialah
pekabaran-pekabaran nasihat dan teguran yang diberikan melalui para nabi yang
telah menerangkan sejelas-jelasnya akan maksud-Nya yang kekal demi keselamatan
bangsa manusia. Kasih-Nya bagi bangsa yang telah hilang dan rencana-Nya untuk
keselamatan mereka dengan jelas telah dinyatakan di dalam ajaran-ajaran para
nabi. Hikayat panggilan Israel, akan sukses dan kegagalan mereka, akan
pemilihan mereka kepada kebaikan Ilahi, akan penolakan mereka terhadap Tuan
kebun anggur, dan akan hal membawa rencana zaman berzaman oleh suatu umat sisa
yang terpilih di mana pada merekalah segala perjanjian yang dijanjikan akan
digenapi--inilah tema utusan-utusan Allah kepada gereja-Nya selama berabad-abad
yang telah berlalu. Kini pekabaran Allah bagi gereja-Nya--ialah mereka yang
menjadi para penggarap kebun anggur-Nya sebagai penjaga-penjaga kebun yang
setia--tidak lain daripada yang telah disabdakan melalui nabi dahulu:
"Pada waktu itu akan dikatakan: Bernyanyilah tentang
kebun anggur yang elok! Aku, Tuhan, penjaganya; setiap saat aku menyiraminya.
Supaya jangan orang mengganggunya, siang malam Aku menjaganya." Yesaya
27:2, 3.
Biarlah Israel berharap pada Allah. Sekarang Tuan kebun
anggur itu sedang mengumpulkan dari antara segala bangsa manusia buah-buah yang
tak ternilai harganya yang telah lama ditunggu-tunggu-Nya. Segera Ia akan
datang kepada milik-Nya; dan pada hari yang berbahagia itu akhirnya maksud-Nya
yang kekal digenapi bagi isi rumah Israel. "Pada hari-hari yang akan
datang, Yakub akan berakar, Israel akan berkembang dan bertunas dan memenuhi
muka bumi dengan hasilnya." Ayat 6.
DARI KUAT MENJADI LEMAH
"Beginilah Firman Tuhan: 'Janganlah orang bijaksana
bermegah karena kebijaksanaannya, janganlah orang kuat bermegah karena
kekuatannya, janganlah orang kaya bermegah karena kekayaannya, tetapi siapa
yang mau bermegah baiklah bermegah karena yang berikut: bahwa ia memahami dan
mengenal Aku.'" Yeremia 9:23, 24.
1
SALOMO
DI DALAM pemerintahan Daud dan Salomo, bangsa Israel menjadi
kuat di antara bangsa-bangsa dan mempunyai banyak kesempatan untuk menggunakan
suatu pengaruh yang hebat dalam rangka menegakkan kebenaran dan keadilan. Nama
Yehova ditinggikan dan dihormati, dan maksud mendudukkan bangsa Israel di Tanah
Perjanjian secara pantas menemui kegenapannya. Rintangan-rintangan telah
dihancurkan, dan mereka yang datang dari negeri-negeri kafir untuk mencari
kebenaran tidak pulang dengan tangan hampa. Pertobatan-pertobatan berlangsung,
dan gereja Allah di atas dunia menjadi besar dan makmur.
Salomo diurapi dan diumumkan sebagai raja pada tahun-tahun
terakhir dari ayahandanya Daud, yang dengan senang hati menyerahkan takhta
kerajaannya. Permulaan kehidupannya semarak oleh perjanjian dan adalah maksud
Allah agar ia maju makin lama makin bertambah kuat dari kemuliaan kepada
kemuliaan, senantiasa mendekati kesamaan sifat-sifat Allah, dan dengan demikian
memberi ilham kepada umat-umat-Nya untuk memenuhi kepercayaan mereka yang kudus
sebagai penjaga-penjaga kebenaran Ilahi.
Daud mengetahui bahwa maksud Allah yang agung bagi bangsa
Israel hanya dapat dicapai apabila pemimpin-pemimpin dan orang banyak itu
berusaha dengan kewaspadaan yang tak terhingga untuk mencapai standar yang dicanangkan
di hadapan mereka. Ia mengetahui supaya putranya Salomo dapat memenuhi
kepercayaan atas mana Allah berkenan untuk menghormatinya, pemimpin yang masih
muda ini hendaknya bukanlah hanya seorang tentara, seorang negarawan, dan
seorang pemerintah, tetapi seorang yang kuat, yang baik, seorang guru
kebenaran, suatu contoh kesetiaan.
Dengan ketekunan yang lemah lembut Daud menggembleng Salomo
menjadi mulia dan gagah perkasa, untuk menunjukkan belas kasihan dan keramahan
kepada rakyatnya, dan di dalam segala urusannya dengan bangsa-bangsa di bumi
hendaknya menghormati dan memuliakan nama Allah serta menyatakan indahnya
kesucian. Melalui pengalaman-pengalaman luar biasa dan banyak pencobaan yang
Daud telah lalui selama hidupnya telah mengajarinya akan nilai karya-karya yang
lebih mulia dan ini membuat ia pada saat kematiannya menyatakan kepada Salomo:
"Apabila seorang memerintah manusia dengan adil, memerintah dengan takut
akan Allah, ia bersinar seperti fajar di waktu pagi, pagi yang tidak berawan, yang
sesudah hujan membuat berkilauan rumput muda di tanah." 2 Samuel 23:3, 4.
Oh, alangkah suatu kesempatan yang indah bagi Salomo!
Apabila ia mengikuti petunjuk ayahnya yang diilhamkan Ilahi, maka
pemerintahannya akan menjadi suatu pemerintahan kebenaran, seperti yang
digambarkan di dalam Mazmur pasal tigapuluh dua:
"Ya Allah, berikanlah hukum-Mu kepada raja dan
keadilan-Mu kepada putra raja! Kiranya ia mengadili umat-Mu dengan keadilan dan
orang-orang-Mu yang tertindas dengan hukum! Kiranya gunung-gunung membawa damai
sejahtera bagi bangsa, dan bukit-bukit membawa kebenaran! Kiranya ia memberi
keadilan kepada orang-orang yang tertindas dari bangsa itu, menolong
orang-orang miskin, tetapi meremukkan pemeras-pemeras! Kiranya lanjut umurmu
selama ada matahari, dan selama ada bulan, turun-temurun! Kiranya ia seperti
hujan yang turun ke atas padang rumput, seperti dirus hujan yang menggenangi
bumi! Kiranya keadilan berkembang dalam zamannya dan damai sejahtera berlimpah,
sampai tidak ada lagi bulan! Kiranya ia memerintah dari laut ke laut, dari
sungai Efrat sampai ke ujung bumi! Kiranya penghuni padang belantara berlutut
di depannya, dan musuh-musuhnya menjilat debu; kiranya raja-raja dari Tarsis
dan pulau-pulau membawa persembahan-persembahan; kiranya raja-raja dari Syeba
dan Seba menyampaikan upeti! Kiranya semua raja sujud menyembah kepadanya, dan
segala bangsa menjadi hambanya! Sebab ia akan melepaskan orang miskin yang
berteriak minta tolong, orang yang tertindas, dan orang yang tidak punya
penolong; ia akan sayang kepada orang lemah dan orang miskin, ia akan
menyelamatkan nyawa orang miskin. Ia akan menebus nyawa mereka dari penindasan
dan kekerasan, darah mereka mahal di matanya. Hiduplah ia! Kiranya
dipersembahkan kepadanya emas Syeba! Kiranya ia didoakan senantiasa, dan
diberkati sepanjang hari! Biarlah tanaman gandum berlimpah-limpah di negeri,
bergelombang di puncak pegunungan; biarlah buahnya mekar bagaikan Libanon,
bulir-bulirnya berkembang bagaikan rumput di bumi. Biarlah namanya tetap
selama-lamanya, kiranya namanya semakin dikenal selama ada matahari. Kiranya
segala bangsa saling memberkati dengan namanya, dan menyebut dia berbahagia.
Terpujilah Tuhan, Allah Israel, yang melakukan perbuatan yang ajaib seorang
diri! Dan terpujilah kiranya nama-Nya yang mulia selama-lamanya, dan kiranya
kemuliaan-Nya memenuhi seluruh bumi. Amin, ya amin."
Di masa mudanya Salomo menjadikan pilihan Daud menjadi
pilihannya, dan bertahun-tahun ia berjalan dengan tulus hati, kehidupannya
ditandai dengan penurutan yang teguh kepada perintah-perintah Allah. Pada
permulaan masa pemerintahannya ia bersama dengan para penasihatnya pergi ke
Gibeon, di mana kemah sembahyang dulu didirikan di padang belantara, di sanalah
ia bersatu dengan para penasihatnya yang terpilih, "kepala-kepala pasukan
seribu dan pasukan seratus," "para hakim," dan semua pemimpin di
seluruh Israel, yaitu "para kepala puak," untuk mengadakan
persembahan korban kepada Allah dan untuk menyerahkan diri mereka sendiri
sepenuhnya pada pelayanan Tuhan. 2 Tawarikh 1:2. Mengerti akan sesuatu yang
besar terhadap tugas-tugas yang berhubungan dengan pekerjaan sebagai raja,
Salomo mengetahui bahwa mereka yang memikul tanggungan yang berat harus mencari
Sumber Hikmat untuk mendapat tuntunan, jikalau mereka mau memenuhi kewajiban-kewajiban
mereka dengan sebaik-baiknya. Inilah yang membuat ia mendesak para penasihatnya
agar sehati besertanya dalam memastikan penerimaan mereka pada Tuhan.
Di atas setiap harta dunia, sang raja merindukan hikmat dan
pengertian guna penyelesaian pekerjaan yang telah diamanatkan Tuhan kepadanya
untuk diperbuat. Ia menginginkan ketangkasan pikiran, demi kelapangan dada, dan
Roh yang lemah lembut. Pada malam itu Tuhan menampakkan diri kepada Salomo
dalam suatu mimpi dan berfirman: "Mintalah apa yang hendak Kuberikan
kepadamu." Dalam jawabannya pemimpin yang muda dan belum berpengalaman ini
mengutarakan perasaan ketidaberdayaannya dan kerinduannya akan
pertolongan". Ia berkata: "Engkaulah yang telah menunjukkan kasih
setia-Mu yang besar kepada hamba-Mu Daud, ayahku, sebab ia hidup di hadapan-Mu
dengan setia, benar dan jujur terhadap Engkau, dan Engkau telah menjamin
kepadanya kasih setia yang besar itu dengan memberikan kepadanya seorang anak
yang duduk di takhtanya seperti pada hari ini.
ketgam
Setelah dibangun mezbah Tuhan di Gibeon, Salomo
mempersembahkan korban bakaran, dan dia memohon dalam doanya kepada Tuhan agar
diberikan kepadanya hikmat dan pengertian.
"Maka sekarang, ya Tuhan Allahku, Engkaulah yang
mengangkat hamba-Mu ini menjadi raja menggantikan Daud, ayahku, sekalipun aku
masih sangat muda dan belum berpengalaman. Demikianlah hamba-Mu ini berada di
tengah-tengah umat-Mu yang Kau pilih, suatu umat yang besar yang tidak
terhitung dan tidak terkira banyaknya. Maka berikanlah kepada hamba-Mu ini hati
yang paham menimbang perkara untuk menghakimi umat-Mu dengan dapat membedakan
antara yang baik dengan yang jahat, sebab siapakah yang sanggup menghakimi
umat-Mu yang sangat besar ini?
"Lalu adalah baik di mata Tuhan bahwa Salomo meminta
hal yang demikian."
Berfirmanlah Allah kepada Salomo: "Oleh karena itu yang
kau ingini dan engkau tidak meminta kekayaan, harta benda, kemuliaan atau nyawa
pembencimu, dan juga tidak meminta umur panjang, tetapi sebaliknya engkau
meminta kebijaksanaan dan pengertian untuk dapat menghakimi umat-Ku," maka
sesungguhnya, Aku melakukan sesuai dengan permintaanmu itu, sesungguhnya Aku
memberikan kepadamu hati yang penuh hikmat dan pengertian, sehingga sebelum
engkau tidak ada seorang pun seperti engkau, dan sesudah engkau tidak ada
seorang pun seperti engkau. Dan juga apa yang tidak kau minta Aku berikan
kepadamu, baik kekayaan maupun kemuliaan," "sehingga sepanjang umurmu
tak akan ada seorang pun seperti engkau di antara raja-raja.
"Dan jika engkau hidup menurut jalan yang Kutunjukkan
dan tetap mengikuti segala ketetapan dan perintah-Ku sama seperti ayahmu Daud,
maka Aku akan memperpanjang umurmu." 1 Raja-raja 3:5-14: 2 Tawarikh
1:7-12.
Allah berjanji bahwa sebagaimana Ia telah menyertai Daud,
begitu juga Ia akan menyertai Salomo. Jikalau raja mau berjalan dengan tulus
ikhlas di hadapan Tuhan, jikalau ia mau melakukan apa yang diperintahkan Allah
kepadanya, maka takhta kerajaannya akan berdiri dan pemerintahannya akan
benar-benar mengangkat bangsa Israel sebagai "suatu umat yang bijaksana
dan berakal budi," sebagai terang bagi bangsa-bangsa di sekelilingnya.
Ulangan 4:6.
Bahasa yang dipakai oleh Salomo ketika sembahyang kepada
Allah di depan mezbah tua di Gibeon menyatakan kerendahan hatinya dan
kerinduannya yang teguh untuk menghormati Allah. Ia menyadari bahwa tanpa
pertolongan Ilahi ia tidak berdaya seperti seorang anak kecil untuk menunaikan
tanggung jawab yang berada di atas pundaknya. Ia mengetahui bahwa ia tidak
memiliki cukup keterampilan, maka suatu perasaan akan kebutuhannya yang besar
membawa ia mencari Allah agar memperoleh hikmat. Tak ada perasaan mementingkan
diri sendiri di dalam hatinya untuk mencari pengetahuan yang akan mengangkat
dia lebih tinggi daripada orang-orang lain. Ia ingin dengan setia menjalankan
tugas-tugas yang dibebankan kepadanya, maka ia memilih karunia yang bermakna
yang dapat menyebabkan pemerintahannya menghasilkan kemuliaan bagi Allah.
Salomo tidak pernah akan begitu kaya atau begitu arif atau begitu besarnya
sekiranya ia tidak mengaku, "Aku masih sangat muda dan belum
berpengalaman."
Pada zaman ini barangsiapa yang menempati jabatan-jabatan
yang dipercayakan haruslah berusaha mempelajari pelajaran yang diajarkan oleh
doa Salomo. Makin tinggi jabatan yang ditempati oleh seseorang, makin besarlah
tanggung jawab yang harus dipikulnya, makin luaslah pengaruh yang digunakannya
dan makin besarlah keperluannya bergantung pada Allah. Hendaklah senantiasa ia
mengingat bahwa dengan adanya panggilan untuk bekerja datanglah panggilan untuk
berjalan dengan berhati-hati di hadapan sesamanya manusia. Ia harus berdiri di
hadapan Allah di dalam sikap seorang pelajar. Jabatan tidak memberikan kesucian
tabiat. Adalah oleh menghormati Allah dan mentaati perintah-perintah-Nya yang
sesungguhnya membuat seseorang menjadi besar.
Allah yang kita sembah itu tidak memandang rupa orang. Ia
yang mengaruniakan Roh bijaksana yang terampil kepada Salomo rela membagikan
berkat yang sama kepada umat-Nya pada masa kini. Firman-Nya menyatakan:
"Apabila di antara kamu ada yang kekurangan hikmat, hendaklah ia meminta
kepada Allah,--yang memberikan kepada semua orang dengan murah hati dan dengan
tidak membangkit-bangkit--maka hal itu akan diberikan kepadanya. Yakobus 1:5.
Bila seorang yang memikul tanggung jawab merindukan hikmat lebih daripada
merindukan kekayaan, kuasa, atau kemasyhuran, ia tidak akan dikecewakan. Orang
itu akan belajar dari sang Guru Besar bukan saja apa yang akan diperbuat,
tetapi bagaimana mengerjakannya di dalam cara yang akan mendapat persetujuan
Ilahi.
Orang yang telah dilengkapi Allah dengan keterampilan dan
kesanggupan selama ia tetap berserah, tidak akan menyatakan suatu keinginan
untuk menduduki jabatan yang tinggi, juga tidak akan memerintah atau mengawasi.
Untuk kepentingan manusia harus memikul tanggung jawab; tetapi gantinya mencari
kebesaran, ia yang mau menjadi seorang pemimpin yang benar akan meminta doa
agar memperoleh suatu hati yang berakal budi, untuk membedakan antara yang baik
dan yang jahat.
Jalan orang-orang yang diangkat sebagai pemimpin-pemimpin bukanlah
suatu hal yang mudah. Karena mereka harus melihat suatu panggilan dalam setiap
kesulitan untuk berdoa. Mereka tidak pernah akan gagal apabila meminta
pengarahan dari Sumber besar segala hikmat. Dikuatkan dan diterangi oleh
Pekerja Kepala, mereka akan disanggupkan untuk berdiri teguh melawan
pengaruh-pengaruh yang najis dan dapat membedakan yang benar dari yang salah,
yang baik dari yang jahat. Mereka akan menerima apa yang disetujui Allah, dan
akan bergumul dengan sungguh-sungguh menentang asas-asas salah yang
diperkenalkan kepada kehendak-Nya.
Hikmat di atas kekayaan, kemuliaan, atau umur panjang yang
didambakan Salomo, dikaruniakan Allah kepadanya. Kerinduannya untuk memperoleh
pikiran yang cerdas, akal yang luas, dan suatu Roh yang lemah lembut memang
diperolehnya. "Dan Allah memberikan kepada Salomo hikmat dan pengertian
yang amat besar, serta akal yang luas seperti dataran pasir di tepi laut,
sehingga hikmat Salomo melebihi hikmat segala bani Timur dan melebihi segala
hikmat orang Mesir. Ia lebih bijaksana dari pada semua orang... sebab itu ia
mendapat nama di antara segala bangsa sekelilingnya." 1 Raja-raja 4:29-31.
"Dan seluruh orang Israel . . .takut kepada raja: sebab mereka melihat,
bahwa hikmat daripada Allah ada dalam hatinya, untuk melakukan keadilan. 1
Raja-raja 3:28. Hati orang banyak diarahkan kepada Salomo, sebagaimana yang
mereka telah lakukan kepada Daud, dan mereka taat kepadanya dalam segala
perkara. "Salomo . . . menjadi kuat dalam kedudukannya sebagai raja;
Tuhan, Allahnya, menyertai dia dan menjadikan kekuasaannya luar biasa besarnya.
2 Tawarikh 1:1.
Bertahun-tahun lamanya kehidupan Salomo ditandai dengan
penyerahan kepada Allah, dengan keikhlasan dan asas yang teguh, serta dengan
penurutan yang tegas akan perintah-perintah Allah. Ia memimpin dalam setiap
perusahaan yang penting dan mengelola dengan cermat urusan-urusan usaha yang
berhubungan dengan kerajaan. Hikmat dan kekayaannya, bangunan-bangunan luar
biasa dan pekerjaan umum yang ia dirikan selama tahun-tahun permulaan pemerintahannya,
tenaga, kesalehan, keadilan, dan keluhuran budi yang ia tunjukkan dalam
perkataan dan perbuatan memenangkan kesetiaan rakyatnya dan kekaguman serta
penghormatan para pemerintah dari banyak negara.
Nama Yehova sangatlah dihormati selama bagian yang pertama
masa pemerintahan Salomo. Kebijaksanaan dan kebenaran yang dinyatakan oleh raja
membawa kesaksian kepada segala bangsa akan keagungan dan kebesaran Allah yang
disembahnya. Untuk suatu masa bangsa Israel menjadi terang dunia, yang
menyatakan kebesaran Tuhan Allah. Bukan di dalam hikmat yang berlebihan,
kekayaan yang berlimpah-limpah dan kuasa yang tak terbatas serta kemasyhuran
yang dimilikinya, terletak kemuliaan sejati permulaan pemerintahan Salomo;
tetapi di dalam kemuliaan yang ia bawa kepada nama Allah orang Israel melalui
pemakaian yang bijaksana akan karunia-karunia Surga.
Sementara tahun-tahun berlalu dan kemasyhuran Salomo
bertambah-tambah, ia berusaha menghormati Allah oleh menambah kekuatan pikiran
dan kerohanian, dan oleh membagikan berkat-berkat yang ia terima kepada
orang-orang lain terus-menerus. Tak ada yang mengerti lebih baik daripadanya
bahwa melalui kemurahan Tuhan Allah ia telah mencapai kuasa kedudukan dan
hikmat kebijaksanaan, dan bahwa karunia-karunia ini diberikan agar ia boleh
memberikan kepada dunia pengetahuan Raja atas segala Raja.
Salomo mengambil suatu perhatian khusus dalam sejarah alam,
tetapi risetnya tidak saja terbatas pada suatu cabang pelajaran. Melalui suatu
penyelidikan yang tekun terhadap seluruh ciptaan, baik benda hidup maupun benda
mati, ia memperoleh suatu konsep yang jelas terhadap Khalik. Di dalam kekuatan
alam, di dalam mineral dan dunia hewan, dan di dalam setiap pohon, semak dan
kembang, ia melihat kenyataan hikmat Allah, dan bila ia berusaha mempelajari
lebih banyak lagi, pengetahuannya terhadap Allah dan kasihnya bagi-Nya dengan
tetus bertambah-tambah.
Hikmat kebijaksaan Salomo yang diilhamkan Ilahi nyatanya
terdapat dalam Mazmur dan pujian dan di dalam amsal yang banyak. "Ia
menggubah tiga ribu amsal, dan nyanyiannya ada seribu lima. Ia bersajak tentang
pohon-pohonan, dari pohon aras yang di gunung Libanon sampai kepada hisop yang
tumbuh pada dinding batu; ia berbicara juga tentang hewan dan tentang
burung-burung dan tentang binatang melata dan tentang ikan-ikan." 1
Raja-raja 4:32, 33.
Amsal Salomo berpedoman pada asas-asas kehidupan suci dan
ikhtiar yang tinggi, asas-asas yang berasal dari surga yang memimpin kepada
Ketuhanan, asas-asas yang harus mengendalikan setiap tindakan daripada
kehidupan. Adalah penyebaran yang meluas akan asas-asas ini, dan pengenalan
akan Allah sebagai Satu Oknum yang harus dipuji dan dihormati oleh semua orang,
yang membuat permulaan pemerintahan Salomo, suatu zaman moral ditinggikan
sebagaimana kemakmuran materi.
Ia menuliskan: "Berbahagialah orang yang mendapat
hikmat, orang yang memperoleh kepandaian, karena keuntungannya melebihi
keuntungan perak, dan hasilnya melebihi emas. Ia lebih berharga daripada
permata; apa pun yang kau inginkan tidak dapat menyamainya. Umur panjang ada di
tangan kanannya, di tangan kirinya kekayaan dan kehormatan. Jalannya adalah
jalan penuh bahagia, segala jalannya sejahtera semata-mata. Ia menjadi pohon
kehidupan bagi orang yang memegangnya, siapa yang berpegang padanya akan
disebut berbahagia." Amsal 3:13-18.
"Permulaan hikmat ialah: perolehlah hikmat dan dengan
segala yang kauperoleh perolehlah pengertian." Amsal 4:7. "Permulaan
hikmat adalah takut akan Tuhan." Mazmur 111:10. "Takut akan Tuhan
ialah membenci kejahatan; aku benci kepada kesombongan, kecongkakan, tingkah
laku yang jahat, dan mulut penuh tipu muslihat." Amsal 8:13.
Oh, sekiranya pada tahun-tahun terakhir Salomo mengindahkan
kata-kata hikmat yang ajaib ini! Oh, sekiranya ia yang mengatakan, "Bibir
orang bijak menaburkan pengetahuan" (Amsal 15:7), dan ia yang telah
menggurui raja-raja di bumi untuk memperuntukkan pujian kepada Raja segala raja
yang mereka ingin untuk berikan kepada seorang pemerintah duniawi, maka tidak
pernah ia akan dengan mulut yang mengadakan bencana dalam "kecongkakan dan
kemegahan," serta mengambil kemuliaan itu bagi dirinya sendiri yang
seharusnya hanya untuk Allah sendiri!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar